
(Sabtu, 4 Juli 2026)
Sabtu, 4 Juli 2026, sebuah momentum sejarah kembali diukir lagi oleh Yayasan Berseri Kasih Terpadu (Ya Berkat) bagi Masyarakat Suku Auye. Semua karena kemurahan Tuhan.
Dalam perjuangan yang penuh ketulusan Yayasan Berkat telah mendapat perhatian dari Bupati Nabire sebagai wujud nyata komitmen yang sudah dibangun sejak tanggal 9 Desember 2021 yakni bekerja sama dalam memberdayakan Masyarakat suku Auye menuju kepada kemandirian mereka. Beberapa tindakan Bupati Nabire, Bapak Mesak Magai, S.Sos., M.Si. kepada suku Auye melalui yayasan Berkat ialah menyediakan sebidang tanah bagi Yayasan Berkat demi pelayanan di Papua. Dan di akhir tahun 2025 beliau juga telah menyediakan sebuah bangunan sebagai asrama bagi anak-anak Auye yang bersekolah di kota Nabire.
Sebagai rasa syukur pada Tuhan atas perhatian dari pemerintah Kabupaten Nabire tersebut maka Ya Berkat berinisiatif mengadakan ibadah syukur sekaligus peresmian atas Gedung Asrama tersebut sebelum ditempati oleh anak-anak sekolah (yang dari Auye). Dan Syukur kepada Tuhan, Bapak Bupati Nabire dapat menghargai undangan kami dan menghadiri acara dimaksud yakni pada hari Sabtu, 4 Juli 2026 (sore hari).

Seusai ibadah syukur yang dipimpin oleh Majelis GKRI Shalom Nabire dan Pelayan Firman oleh Bpk. Pdt. Rowi Radja, S.Th serta Pendoa Syafaat Bpk. Pdt. D. Situru, M.Th maka dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Kepala Suku Auye, Bpk. Bides Iyampa. Kalimat yang diucapkannya hanya sekitar dua menit itu, meski singkat namun padat dan jelas sehingga memukau bupati dan semua undangan yang memperhatikannya. Selanjutnya sambutan dilakukan oleh yang terkasih Bapak Bupati Nabire.
Bupati Nabire memulai menuturkan kisah kehidupannya dengan penuh keharuan. Beliau mengisahkan tentang pengalaman masa kecilnya yang penuh kepahitan sebab kedua orang tuanya bercerai dan beliau dipelihara oleh seorang ibu yang peduli akan pendidikan. Meski sebagai anak dari kampung yang kecil, kampung yang tertinggal namun karena ketidakberdayaan sehingga beliau harus bersekolah ke tempat yang tidak dapat memberi harapan. Namun dengan penuh perjuangan beliau melewati berbagai kesulitan, tahap demi tahap dan akhirnya dapat tampil sebagai seorang pemimpin yang memberi harapan bagi banyak orang. Kisah yang disampaikan lebih sebagai bentuk memotivasi anak-anak asrama Auye untuk merekapun berjuang dari ketertinggalan menuju masa depan yang cerah.
Di sela dari keharuannya ada juga senyum yang selalu dimunculkan oleh beliau sebab bersyukur kepada Tuhan. Di mana suku Auye adalah suku yang dahulunya sangat terpencil namun sekarang di depan beliau berdiri beberapa sarjana asal Auye serta dua puluh anak asrama Auye yang tampil ceria di depan beliau. Ucapan terima kasih dilantunkan kepada Tuhan dan selanjutnya kepada berbagai pihak yang olehnya Tuhan melawat Auye. Dan lebih khusus ucapan terima kasih disampaikan kepada Yayasan Berkat. Berulang kali pemimpin Nabire itu menyebut nama Pdt. John Bani sebagai misionaris yang Tuhan pakai bagi Auye, yang telah mengangkat Auye dari ketertinggalan. Dan dengan kejujuran Bupati Nabire selanjutnya mengatakan bahwa beliaulah yang mencari Pdt. John Bani, harus bertemu dengan dia. Hal itu terjadi ketika beliau terkejut mendengar cerita (pada lima tahun yang lalu) bahwa ada seorang misionaris dari Timor yang berani masuk melayani di Suku Auye, suku yang sulit dijangkau. Dan dimintanya kepada Sekda Nabire pada waktu itu untuk harus mencari sang misionaris tersebut. Dan tidak begitu sulit Pdt. John Bani dapat dihubungi sehingga datang ke kantor Bupati Nabire. Ada begitu banyak antrian orang untuk bertemu Bupati namun setelah mendapat info dan melihat di CCTV sudah hadir sang misionaris maka beliau memberi perintah agar Pdt. John Bani segera dimasukkan menghadap beliau. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 9 Desember 2021 (Red).

Bupati Nabire juga menyampaikan berbagai hal tentang rencana pengembangan asrama Auye dan hal-hal umum lain-lainnya. Setelah selesai memberi sambutan maka protokol mengarahkan kepada prosesi pengguntingan pita sebagai bentuk peresmian Gedung Asrama Auye. Pengguntingan pita dilakukan oleh Pak Bupati Nabire yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Kapolres Nabire (perwakilan), beberapa pejabat pemerintahan Kabupaten Nabire, Kepala suku Auye, anggota Dewan/wakil rakyat Auye, Kepala Kampung Taumi, tokoh masyarakat serta ketua Yayasan Berseri Kasih Terpadu (Ya Berkat). Dan diadakan tinjauan ke dalam Asrama Auye.
Menjelang akhir dari acara ibadah syukur dan peresmian tersebut Ketua Ya Berkat mendapat kesempatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih. Beliau menyampaikan bahwa momentum yang berbahagia ini terjadi sebab ada banyak orang/pihak/pemerintah/lembaga/dll yang bekerja untuknya namun tugas mulia belum selesai. Dan disampaikan ajakan kepada semua pihak agar tetap dapat mendampingi Ya Berkat untuk terus memberdayakan masyarakat suku Auye terkhusus dengan memberi perhatian kepada Asrama anak Auye.
Kemudian acara berakhir setelah ramah tamah usai. Tuhan berkati.
Redaktur: Yayasan Berkat Papua Tengah
